Pantau Lebak – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Hamim Center Founder, menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui penyediaan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah memenuhi standar dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Fasilitas IPAL di dapur SPPG ini dirancang untuk mengolah limbah cair hasil kegiatan produksi makanan secara optimal sebelum dibuang ke
lingkungan. Senin (4/5/2026).
Sistem pengolahan yang diterapkan mencakup tahapan penyaringan, pengendapan, hingga pengolahan lanjutan guna memastikan air limbah yang dihasilkan aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Perwakilan pengelola dapur SPPG Yayasan Hamim Center Founder, Jumarta, SE.S.AP menyampaikan bahwa keberadaan IPAL bukan hanya sebagai pemenuhan standar SPPG, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan,” kata Jumarta.
“Kami memastikan seluruh proses pengelolaan limbah berjalan sesuai standar BGN, sehingga operasional dapur tidak hanya menghasilkan makanan bergizi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan,”ujarnya.
Selain itu, pengelolaan IPAL dilakukan secara rutin dengan pemantauan harian dan perawatan berkala oleh petugas yang telah ditunjuk dari pihak yayasan.
Hal ini bertujuan untuk menjaga kinerja sistem tetap optimal dan sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
“Semua SPPG yang dibawah naungan Yayasan Hamim Center Founder, sudah memiliki IPAL standar dan sudah dilakukan pengecekan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak.
Selain itu juga selain fasilitas IPAL di SPPG Yayasan Hamim Center Founder sudah dilengkapi dengan Kompor berteknologi terbaru yang dapat menghemat minyak goreng sampai dengan 40% yang dapat mengurangi kolestrol bagi penerima manfaat serta dilengkapi dengan pengering ompreng otomatis yang sangat aman bagi relawan dapur,” tegas Jumarta.
Dengan terpenuhinya standar fasilitas IPAL ini, SPPG Yayasan Hamim Center Founder diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis yang tidak hanya fokus pada kualitas makanan, tetapi juga pada aspek sanitasi dan keberlanjutan lingkungan,”pungkasnya. (*)