Home Banten Krisis Air Bersih Melanda Warga Cihara, Pemerintah Didesak Bangun Sumur Bor

Krisis Air Bersih Melanda Warga Cihara, Pemerintah Didesak Bangun Sumur Bor

by Editor
0 comment

Pantau Lebak – Musim kemarau berkepanjangan mulai membawa dampak serius bagi masyarakat di Kampung Citeureup, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten. Warga kini mulai kesulitan memperoleh pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut memaksa masyarakat mencari sumber air alternatif di tengah semakin berkurangnya ketersediaan air. Persoalan ini dinilai bukan sekadar dampak musiman, tetapi telah menjadi permasalahan yang berulang setiap kali musim kemarau tiba.

Secara geografis, wilayah Lebak Selatan yang banyak didominasi perbukitan dan dataran tinggi turut memperberat kondisi ketika intensitas hujan menurun.

Sejumlah sumber mata air mengalami penyusutan, sementara sumur galian milik masyarakat mulai mengering.

Salah seorang warga Kampung Citeureup, Sela, mengatakan kesulitan air bersih merupakan persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Menurutnya, hingga kini belum terdapat solusi permanen yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat ketika musim kemarau datang.

“Kelangkaan air bersih ini bukan fenomena baru bagi kami. Ini permasalahan serius yang rutin terjadi setiap musim kemarau. Kami meminta pemerintah memberikan solusi, salah satunya pembangunan sumur bor, karena setiap musim kemarau kami selalu kesulitan mendapatkan air,”ujarnya.

Menurut Sela, keterbatasan air bahkan mulai mengganggu aktivitas rumah tangga masyarakat, seperti memasak dan mencuci.

Ia berharap pemerintah bersama dinas terkait segera turun tangan dan memberikan penanganan yang tidak hanya bersifat sementara.

“Kami meminta ada penanganan dan solusi dari pemerintah serta dinas-dinas terkait agar persoalan seperti ini tidak terus terjadi setiap tahun,” katanya.

Aktivis Desak Pemerintah Bangun Infrastruktur Air

Sementara itu, Shandy Pale, aktivis sekaligus perwakilan masyarakat Kampung Cihara, mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak, Dinas PUPR, serta instansi terkait agar segera mengambil langkah konkret menghadapi kondisi tersebut.

Menurutnya, dampak kekeringan tidak hanya dirasakan dalam aktivitas rumah tangga, tetapi mulai berpotensi mengganggu sektor pertanian yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat.

Selain itu, keterbatasan air bersih juga berpotensi memperburuk kondisi sanitasi masyarakat apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

“Kami meminta pemerintah melalui Dinas PUPR segera membangun infrastruktur air untuk masyarakat, baik melalui jaringan pipa air baku dari sumber mata air yang stabil maupun pembangunan sumur bor di Kampung Citeureup, Desa Cihara,” tegas Shandy.

Ia menilai pembangunan sarana air bersih harus menjadi langkah strategis untuk mengatasi persoalan yang selama ini berulang setiap musim kemarau.

“Jangan sampai masyarakat terus menghadapi persoalan yang sama setiap tahun. Pemerintah perlu menghadirkan solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya warga Cihara, dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment

Our Company

Lorem ipsum dolor sit amet, consect etur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis.

Newsletter

Laest News

@2026 – Pantau Banten – Member JMSI